BRMP Jawa Barat Perkuat Sinergi Pelaksanaan PM-AAS Melalui Rapat Koordinasi
Lembang — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Program PM-AAS di Aula BRMP Jawa Barat, Lembang, Selasa (14/7). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan Program PM-AAS di Jawa Barat melalui penyelarasan data, pemenuhan sarana produksi, serta percepatan pelaksanaan program guna mencapai target luas tanam seluas 154 ribu hektare.
Rapat koordinasi membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan program, meliputi penyusunan matriks kebutuhan, pemenuhan benih, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Dalam pembahasan disampaikan bahwa ketersediaan benih, khususnya varietas Inpari 32, 49, Cakrabuna, Inpago Forteze, terus diupayakan agar mampu memenuhi kebutuhan hingga Oktober. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Pupuk Indonesia, terus diperkuat guna memastikan distribusi pupuk berjalan optimal. Berbagai masukan mengenai kondisi di sejumlah wilayah, seperti perbedaan curah hujan dan potensi kekeringan, turut menjadi perhatian dalam penyusunan langkah pelaksanaan program.
Melalui rapat koordinasi ini, BRMP Jawa Barat bersama para pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat koordinasi dan mempercepat pemenuhan data maupun kebutuhan sarana produksi sebagai langkah mendukung keberhasilan Program PM-AAS. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait diharapkan mampu memastikan ketersediaan benih, pupuk, dan dukungan lainnya sehingga pelaksanaan program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas pertanian di Jawa Barat.